TUGAS/PROYEK AKHIR Mk. PENUTURAN CERITA : LAPBOOK

TUGAS/PROYEK AKHIR Mk. PENUTURAN CERITA (VMD33128)

LAPBOOKING :

PENGARUH KOMIK ASING TERHADAP MINAT BACA

Oleh :

Santi Nurhaqiswari

0906543670

MID 2009


 

Anak Komik Baca

I. Sejarah komik

Komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Biasanya, komik dicetak dan diterbitkan di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri.

I.1. Komik eropa dan amerika

Perkembangan komik di Eropa diawali dengan teknik ukiran kayu hingga pada akhirnya ditemukan mesin cetak (sekitar abad 15). Muncul caricature (Italia : caricare yang artinya melebih-lebihkan) yang populer pada abad 18, untuk menggambar wajah manusia dengan melebih-lebihkan bagian tertentu dari wajahnya. Karikatur dianggap sebagai salah satu awal dari kemunculan cartoon atau film animasi, yang bersifat representatif atau simbolik serta mengandung unsur humor maupun sindiran. Pada pertengahan abad 18, Rudolphe Topffer yang dikenal sebagai bapak komik modern memperkenalkan penggunaan panel-panel pembatas serta penyelaraskan kata-kata dengan gambar yang berfungsi saling memperkuat gagasan satu dengan lainnya. Pada tahun 1895 muncul tokoh The Yellow Kid karya Richard F. Outcault yang segera menjadi rebutan antara dua media massa besar di Amerika, yaitu New York World dan New York Journal.

Comic-strips menjadi bahan pembicaraan dan terbukti dapat meningkatkan oplah surat kabar hingga mencapai 300%. Pemuatan komik di surat kabar segera diikuti oleh banyak surat kabar lainnya di Amerika. Karena mahal, muncul comic-strips. Teknologi cetak berwarna sekitar tahun 1960 juga turut melejitkan popularitas komik di Amerika. Setelah itu mulailah muncul Little Nemo in Slumberland karangan Windsor Mc Kay(1906-1914), Krazy Kat karangan George Herriman(1911-1944), Tarzan karangan Hal Foster(1929), Flash Gordon(1933), Superman karangan Jerry Siegel dan Joe Shuster (1938), Archie karangan Bob Montana(1946-1975), dan Sylvia karangan Nicole Hollander(1981).

Di Eropa, juga muncul komik-komik yang kini dikenal secara meluas di seluruh dunia, mulai dari Tintin, Asterix, Smurf, Agen Polisi, Si Bob, Steven Sterk, Johan dan Pirlouit, dan masih banyak lagi. Didukung oleh berkembangnya industri komik, maka dengan cepat komik-komik tersebut menyebar ke seluruh dunia. Pekerjaan sebagai komikus tidak dapat lagi dilakukan hanya seorang diri, sebuah komik digarap dengan melibatkan banyak orang di dalamnya dengan berbagai peran yang disertai dengan keahliannya masing-masing. Mulai dari writer, penciler, inker, letterer, colorist. Memasuki tahun 1980-an, kolektor serta kalangan orang-orang berpendidikan mulai menaruh minat yang besar terhadap komik, sehingga diadakanlah konferensi-konferensi serta konvensi komik, kemudian pelelangan komik, dan terbit juga majalah-majalah yang memuat maupun membahas mengenai komik.
I.2. Komik jepang

Komik di Negeri Sakura disebut dengan manga yang secara harfiah berarti gambar aneh. Manga di Jepang diawali pada jaman Edo, di mana seorang pemahat kayu dan pelukis bernama Katsushika Hokusai (1760 – 1849), menciptakan istilah Hokusai Manga pada serial sketsanya yang berjumlah 15 volume dan diterbitkan pada tahun 1814. Hokusai itu sendiri berasal dari 2 huruf Cina yang memiliki arti gambar manusia untuk menceritakan sesuatu. Pada awal abad 19, muncul seorang mangaka yang membawa sejarah baru di dunia manga Jepang. Dia adalah Osamu Tezuka (1928-1989), karyanya yang terkenal adalah Tetsuwan Atom (yang di Indonesia dikenal sebagai Astro Boy) dan manganya yang diadaptasi dari novel Treasure Island karya Robert Louis Stevenson meraih nilai penjualan tertinggi nasional karena sukses dijual sebanyak 400.000 eksemplar.

Pada tahun 1959 mulai diterbitkan dua majalah mingguan untuk anak laki-laki yaitu Shonen Magazine dan Shonen Sunday. Kemudian majalah komik untuk remaja mulai terbit, Manga Action (1967), Young Comic (1967), Play Comic (1968) dan Big Comic (1967). Setelah beberapa lama, cerita-cerita dari majalah itu akan dikumpulkan dan dicetak dalam bentuk buku berukuran biasa, yang disebut tankōbon (atau kadang dikenal sebagai istilah volume). Dari bentuk tankōbon inilah manga biasanya diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain di negara-negara lain seperti Indonesia.

 

I.3. Komik korea

Manhwa adalah istilah / sebutan bagi komik atau kartun cetak maupun animasi dari Korea. Di luar Korea, Manhwa lebih dikenal sebagai komik buatan Korea Selatan. Pada tahun 1909, Daehan Minbo merupakan koran pertama di Korea yang memulai gambar tentang potongan kartun politik oleh Kim Do-young yang dikritik oleh pihak Jepang.  Era Manhwa mulai berkembang sebagai salah satu budaya yang popiler di tahun 1960an. Pada tahun 1998-2003. Drama dan film seperti Full House (2003) dan Goong (2006) yang berasal dari manhwa serta drama Sad Love Story (2005) mulai dibuatkan serial dalam bentuk komik. Saat ini di pasar Amerika dan Eropa rasio Manga Jepang dengan Manhwa Korea adalah 80:20.

 

  1. II.     Minat baca anak

Bacaan merupakan hal penting dalam kehidupan seorang anak maupun orang dewasa. Dengan adanya bacaan, maka perkembangan pola pikir seseorang agar dapat lebih berimajinasi sehingga kreatifitas terlatih dengan sendirinya. Dengan bacaan juga akan menambah ilmu pengetahuan, terutama anak-anak yang masih dalam tahapan belajar. Hiburan pun akan diterima ketika seorang anak membaca atau dibacakan suatu cerita dimana anak tersebut memahami dan masuk ke dalam ceritanya.

Minat / kebiasaan membaca diperoleh seseorang karena dilatih, bukan tumbuh/ menjadi biasa dengan sendirinya. Hal ini membuat minat membaca dapat ditanamkan pada anak-anak sejak usia dini. Karena minat ini tidak tumbuh secara alami maka harus berasal dari pengalaman-pengalaman yang diterima oleh seseorang dari lingkungan sebagai akibat dari hubungan seseorang dengan orang-orang di sekitarnya.

II.1. Kebiasaan membaca pada anak usia dini

Minat baca adalah salah satu bentuk kebutuhan dasar manusia modern dalam kaitannya dengan pemenuhan rohani. Namun demikian berbeda dengan kebutuhan dasar lain, minat baca hanya akan terjadi apabila sejak kecil seseorang telah dilatih untuk selalu membutuhkannya.

Membaca adalah suatu bentuk kegiatan. Dalam membaca, seseorang juga membutuhkan minat agar dia mau membaca dan bacaan yang dibacanya dapat berguna bagi dirinya. Minat baca (reading interest) seseorang itu timbul pada saat ia menyukai suatu bacaan. Misalnya seseorng itu suka membaca komik, maka seorang anak ketika suka membaca komik, maka dapat dianggap bahwa minat membaca anak tersebut adalah terhadap komik.

II.2. Tips menumbuhkan kebiasaan membaca pada anak

Cara-cara memperkenalkan membaca buku bagi anak yang tidak tertarik kepada buku:

  1. Bacakan buku untuk anak.
  2. Sediakan ruang baca.
  3. Bebas meletakkan buku. Buku dapat dibaca di mana saja dalam setiap kesempatan.
  4. Jadi anggota perpustakaan.
  5. Ajak rutin ke perpustakaan.
  6. Jangan paksa, beri contoh anak membaca.
  7. Ajak anak membuat buku cerita.
  8. Lakukan diskusi kecil tentang ini buku yang tela mereka baca.

 

III. Pengaruh komik terhadap minat baca anak

 

Buku sebagai bahan pustaka utama perpustakaan sempat menjadi teman dekat anak di masa sebelum anak-anak mengenal gadget tersebut. Buku yang dimaksud adalah komik. Pada awalnya, komik indonesia muncul pertama kali setelah Indonesia merdeka tanggal 19 Desemberr 1948 di Harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta.  Harian tersebut memuat komik “Kisah Pendudukan Jogya” karya Abdulsalam. Menurut temuan Arswendo Atmowiloto, berdasar pada katalog atau kartu yang sesuai dengan iklan dalam Minggu Pagi, bahwa Kisah Pendudukan Jogja ini pernah dibukukan, dan beredar pada 19 Desember 1952, yang berarti merupakan buku komik pertama yang terbit di Indonesia. Dan ini bisa dijadikan koreksi atas catatan Marcel Bonneff yang mengatakan bahwa komik Indonesia yang pertama dibukukan adalah Sri Asih, yang beredar pada sekitar 1953 atau 1954, karya R. A. Kosasih.

Pada awal tahun 90an Komik Indonesia kalah “bertarung” dengan komik dari Eropa, Amerika, dan Jepang. Berbagai jenis komik menyerbu pasar Indonesia dan sangat digandrungi oleh berbagai kalangan pembaca terutama anak-anak dan remaja usia sekolahan sampai mahasiswa hingga dewasa. Secara perlahan komik-komik ini mendapat masalah karena mulai dianggap “pengacau” bagi kelangsungan pendidikan anak usia sekolah.

 

III.1. Manfaat komik menurut para ahli

  1. Psikolog Heny Supolo Sitepu

(Media Indonesia, 24 Januari 1998)

Komik tidak berbahaya dan tidak merusak minat baca anak-anak. Bahkan sebaliknya, menurutnya komik dapat memperkaya kecerdasan visual serta mengembangkan daya imajinasi  mereka.

(Media Indonesia, 24 Januari 1998)

 

  1. Seto Mulyadi

(Femina  No.29/XXIII 27 Juli-2 Agustus 1995)

Menurutnya, bagi anak-anak yang belum dapat membaca di mana pada umumnya imajinasi mereka masih sangat terbatas, bacaan komik akan dapat membantu memvisualisasikan imajinasi mereka itu.

 

  1. Marcel Bonneff

Marcel Bonneff memberi catatan bahwa sesungguhnya bahasa komik sangat bervariasi dan kaya, karena  memiliki sejumlah  fungsi khas yang tidak terdapat dalam jenis bacaan non-komik. Pertama, fungsi bahasa unntuk memberikan komentar lakuan (action). Kedua, fungsi bahasa dalam dialog yang repliknya  ditempatkan dalam balon (atau di samping), yang mengungkapkan  sekaligus monolog batin. Ketiga  fungsi bahasa untuk  mengungkapkan perasaan (interjection), yang juga ditaruh dalam  balon yang terkadang seperti gelembung meledak. Kemudian keempat  fungsi bunyi-bunyian. Dengan demikian dengan  membaca komik  secara tidak disadari anak akan dikenalkan dengan aneka fungsi bahasa atau  bentuk-bentuk kalimat (kalimat langsung-tidak langsung, kalimat berita, kalimat tanya dan sejenisnya).

 

III.2. Sisi positif komik terhadap anak

cerita dengan gambar seperti ini, para perupa komik tentunya akan mendapatkan tempatnya tersendiri dan akibatnya karya komik pun semakin dihargai oleh masyarakat umum.

v  Komik didominasi oleh gambaran yang sangat visual. Hal ini membantu kecerdasan visual anak serta mengembangkan daya imanjinasi pada anak.

v  Saat anak membaca komik, tidak hanya gambaran visual atau teks saja yang diperhatikan, tetapi anak juga memperhatikan detail dari gambar.

v  Contohnya, anak akan memperhatikan karakter dan mimik tokoh, latar belakang gambar, alur ceritanya, dll.

v  Hal tersebut akan menambah pengetahuan & mendorong anak untuk belajar mencocokkan antara latar belakang dengan kejadian di cerita.

v  Anak usia sekolah lebih tertarik untuk membaca komik daripada membaca text book.

v  Penggunaan komik sebagai media penyampaian informasi lebih efektif dan komunikatif kepada anak

v  Komik merangsang minat baca anak, menunjukkan percakapan kosa kata sehingga anak dapat berinteraksi dengan baik.

v  Dengan komik, wawasan anak menjadi luas dan rasa keingintahuannya menjadi tinggi, serta bagus untuk perkembangan otak anak.

v  Komik dapat memancing anak untuk terus mencari buku serupa yang akan menjadi sebuah kebiasaan baru.

v  Jika mencintai buku sudah tumbuh seiring waktu, minat anak akan terus berkembang untuk mencari dan membaca buku dari berbagai bidang.

v  Tidak terdapat fakta bahwa anak-anak yang menggemari jenis bacaan komik tersebut hancur minat bacanya terhadap bacaan non-komik.

v  Fungsi bahasa dalam komik:

  • Memberikan komentar dari suatu kegiatan (action)
  • Replika dialog dalam balon mengungkapkan monolog batin & perasaan tokoh
  • Berupa bunyi-bunyian

v  Fungsi komik:

  • Alat penyebaran bahasa Indonesia
  • Bagi anak putus sekolah menjadi wahana untuk berhubungan dengan kegiatan baca dan tulis

v  Kegemaran membaca komik beriringan dengan kegemaran membaca buku non-komik, termasuk buku-buku pelajaran.

v  Aktivitas belajar anak-anak penggemar bacaan komik tersebut juga sama sekali tidak terganggu atas kegemarannnya tersebut.

v  Komik memiliki hal positif untuk anak dalam membangun minat baca, tetapi harus ditemani oleh orang tua agar saat memilihnya lebih selektif.

 

 

SUMBER Lapbooking

 

a)      http://www.pasarkreasi.com/news/detail/animation/68/sejarah-munculnya-komik

a)Rabu, 2 Mei 2012, 22.52

b)      http://putrielsariii.wordpress.com/2012/01/04/196/ Rabu, 2 Mei 2012, 22.52

c)      http://wiratiastiti.multiply.com/journal/item/73/Komik_Merangsang_Minat_Baca_Anak?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem Kamis, 3 Mei 2012, 20.55

d)      http://duniagrafiskita.blogspot.com/2012/03/sejarah-manga-komik-jepang.html

d)minggu, 22 April 2012, 11.40 WIB

e)      http://dobleokomik.blogspot.com/2010/11/sejarah-komik-dunia.html

e)Minggu, 22 April 2012, 12.47 WIB

f)       http://duniagrafiskita.blogspot.com/2012/03/sejarah-manga-komik-jepang.html

f)minggu, 22 April 2012, 11.40 WIB

g)      http://www.comicbitsonline.com/2009/08/21/korean-manhwaa-history/

g)Minggu, 22 April 2012, 13.39 WIB

h)      http://www.veegraph.com/index.php?option=com_content&view=article&id=33%3Amari-membaca-komik-&catid=5%3A2d-articles-a-news&Itemid=4&showall=1

h)Minggu, 22 April 2012, 14.08 WIB

i)        http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BHS._DAN_SASTRA_INDONESIA/196401221989031KHOLID_ABDULLAH_HARRAS/Bahan2_Kuliah/Makalah/Bacaan_Komik_Antara_Manfaat_dan_Madharat.pdf

i)Minggu, 22 April 2012, 14.36 WIB

j)       http://10infounik.blogspot.com/2012/02/10-alasan-kenapa-setiap-orang-harus.html

j)Minggu, 22 April 2012, 16.22 WIB

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s